24 5 / 2011

"TEMAN-TEMAN MARKETING YANG KAMI CINTAI :3
KAMI MOHON MAAF ATAS TAMPILAN DARI POSTINGAN TUGAS YANG BELUM RAPI (GAMBARNYA BELUM ADA, CUMA PUNYA CYNTHA DOANG YANG ADA NIH)
KAMI AKAN MEMBETULKAN SECEPATNYA, SOALNYA ITU SUPER DUPER RIBET ;___(
TERUS BUKA TUMBLR-NYA YA, NANTIKAN KEJUTAN-KEJUTAN BERIKUTNYA"

ADMIN MU TERSAYANG

24 5 / 2011

Konsep

Dalam pemasaran, dikenal suatu istilah bernama marketing mix. Marketing mix adalah suatu konsep bauran pemasaran yang terdiri dari 4P yaitu product (produk), price (harga), places (tempat) dan promotion (promosi). Konsep ini dapat ditambahkan dengan 3P yaitu people (Sumber Daya Manusia), process (proses), physical evidence (faktor fisik).

Produk adalah barang atau jasa yang akan dipasarkan. Harga terkait dengan biaya yang dibutuhkan untuk melakukan produksi serta keuntungan yang dapat diperoleh dari penjualan produk tersebut. Place terkait dengan segmen, target dan posisi produk yang akan dipasarkan, seperti di mana produk akan dijual, untuk kalangan mana, dan lain-lain. Sedangkan promosi adalah proses yang dapat mempengaruhi pengenalan serta keputusan konsumen untuk membeli suatu produk.

3P juga bagian yang penting dalam pemasaran. Sumber daya manusia, tentunya, adalah orang-orang atau stakeholders yang terkait dalam pemasaran. Proses adalah kegiatan yang saling berkaitan dalam proses memasarkan produk itu sendiri. Sedangkan physical evidence merupakan faktor-faktor fisik yang terkait, seperti lingkungan. Dalam tulisan ini, saya akan lebih menekankan pada sisi harga atau price dari produk tertentu

Harga berupa nominal angka dalam mata uang tertentu. Harga merupakan sesuatu yang harus dibayarkan oleh konsumen atas suatu produk tertentu dengan nilai (value) tertentu dalam rangka pemenuhan kebutuhan (needs) atau keinginan (wants) untuk mencapai kepuasan (satisfy).  Harga ini ada sebagai pengganti biaya tetap dan variabel pada biaya produksi. Harga, dalam pemasaran, diikuti oleh beberapa konsep yang terkait yaitu last price, discount, allowance, payment period, credit terms, dan retail price.

Last price adalah harga terakhir yang diberikan kepada konsumen yang sudah melewati berbagai tahap produksi dan distribusi. Discount adalah potongan harga yang diberikan kepada konsumen dalam persen tertentu dan pada produk tertentu. Allowance adalah perhitungan. Payment period adalah periode pembayaran yang harus dilakukan oleh pembeli. Credit terms adalah persyaratan tertentu yang harus dipenuhi pembeli jika ingin membayar secara kredit. Retail price adalah harga yang diberikan kepada pembeli yang membeli barang secara retail.

Selain itu, juga ada strategi penetapan harga. Strategi ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, merebut pangsa pasar, menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut serta return on investment. Strategi penetapan harga dapat dikelompokkan dengan harga pada produk baru, harga yang mempengaruhi psikologis konsumen, strategi harga diskon serta strategi penentuan  harga kompetitif.

Dalam penerapan harga pada produk baru, ada dua jenis harga yaitu skimming price dan penetration price. Skimming price yaitu menetapkan harga awal dengan harga tinggi sedangkan penetration price, menetapkan harga awal dengan harga rendah.

Harga yang mempengaruhi psikologis konsumen yaitu prestige price, odd price, multiple unit rising, price lining dan leader pricing. Prestige price menerapkan harga tinggi untuk membentuk prestise konsumen dan odd price menerapkan harga sedikit lebih redah agar konsumen melihat harga yang lebih rendah padahal sama saja. Multiple unit rising adalah potongan harga yang didapatkan konsumen jika membeli produk dalam jumlah yang lebih banyak. Price lining memberikan cakupan harga berbeda pada lini produk yang berbeda. Dan leader pricing menetapkan harga yang rendah agar omzet naik.

Strategi harga diskon menerapkan trade discount, quantity discount serta cash discount. Trade discount adalah potongan harga yang diberikan karena konsumen merupakan pelanggan tetap yang baik (subjektif) serta membeli dalam jumlah yang banyak. Quantity discount diberikan karena konsumen membeli dalam jumlah yang besar sedangkan cash discount diberikan karena konsumen membeli produk dengan membayar tunai.

Strategi penentuan harga kompetitif dapat diterapkan dengan cara relative pricing dan follow the leader pricing. Relative pricing membentuk harga, bisa tinggi atau rendah, dan pesaingnya mengikuti harga yang telah ditetapkan (bisa lebih sama, lebih tinggi atau lebih rendah). Sedangkan follow the leader pricing sebagai pengikut dari pimpinan pasar dan tidak menetapkan harganya sendiri.

Setiap produk yang didistribusikan kepada masyarakat pastilah menggunakan salah satu dari banyak konsep penentuan harga produk di atas. Penentuan harga ini sangat penting karena dapat mempengaruhi laba rugi perusahaan dan mempengaruhi pencitraan dari produk yang dijual tersebut.

 

 

 

Richeese Nabati

Salah satu produk yang akan dibahas adalah Richeese Nabati yang diproduksi oleh PT. Kaldu Sari Nabati. Produk ini menerapkan suatu inovasi yaitu dengan membuat wafer dengan rasa yang tidak biasa pada saat pertama kali diproduksi yaitu dengan menghadirkan rasa keju. Produk ini segmentasinya untuk anak-anak sehingga harga yang diberikan untuk pasarpun adalah harga yang rendah yaitu Rp 500,00. Dalam hal ini saja, Richeese Nabati sudah menerapkan penetration price sebagai pembuka yaitu menerapkan harga awal produksi yang rendah.

PT. Kaldu Sari Nabati juga tidak pernah mengubah harga Richeese Nabati ini, tidak pernah berkurang ataupun bertambah. Hal ini dimungkinkan dipicu oleh inginnya perusahaan memperoleh omzet yang besar atau naik. Dalam kasus ini, Richeese Nabati menerapkan leader pricing.

Richeese Nabati adalah suatu produk inovasi yang sukses di pasaran, tidak heran bahwa banyak sekali produsen makanan yang akhirnya mengikuti Richeese Nabati dengan membuat produk-produk bernuansakan keju, seperti Oops Wafer Keju. Harga dari Oops Wafer Keju  juga sama dengan Richeese Nabati sehingga dalam proses ini, Oops Wafer Keju mengikuti pergerakan pasar wafer keju dengan melihat pada Richeese Nabati atau disebut dengan follow the leader price.

 

Matahari Departement Store

Kasus kedua yang dapat dianalisis adalah sale event di Matahari Departement Store. Dari print ad yang biasanya dibagikan ataupun tulisan yang langsung ada di counter-nya biasanya menuliskan persen dari diskon tersebut secara besar, misalnya 70%, dengan huruf bertuliskan “hingga” yang sangat kecil di atasnya. Selain itu, Matahari Departement Store juga menuliskan harga dengan mengurangi harganya sedikit untuk menghilangkan digit atau memperlihatkan kepada pembeli bahwa harganya lebih murah.

Discount yang diberikan kepada pembeli ini bukan hanya karena faktor pembelian tetapi biasanya karena adanya event-event tertentu yang sedang terjadi. Ini termasuk faktor di luar pembeli tetapi justru berkaitan dengan adanya promosi yang ada.

Dalam promosi-promosi ini, Matahari Departement Store banyak menerapkan odd pricing, yang menerapkan kelemahan psikologis dari pembelinya, serta discount dalam pemasarannya. Jadi, Matahari Departement Store lebih melihat pada aspek psikologis pembeli dalam menentukan harga.

 

Kesimpulan

Harga termasuk salah satu elemen penting yang harus ada di dalam marketing. Harga merupakan penentu keuntungan perusahaan dan juga salah satu faktor pencitraan produk yang dijual. Dalam kasus-kasus ini, dapat disimpulkan bahwa, selain sebagai suatu faktor kunci dalam kesuksesan pemasaran, harga juga menjadi suatu faktor penentu yang bersifat psikologis terhadap keputusan pembeli untuk membeli produk-produk yang ada di pasaran.

 

 


Daftar Pustaka

 

.1998. “Foundations of Senior Management”. Diakses pada 21 Mei 2011 dari http://www.churcher.com/FOSM/foundations-of-senior-management-10080.htm

.2010.“Konsep Bauran Pemasaran (Marketing Mix)”. Diakses pada 21 Mei 2011 dari http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/konsep-bauran-pemasaran-marketing-mix.html

Kotler, Philip. 1995. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta : Salemba Empat.

24 5 / 2011

Perkembangan teknologi mengalami percepatan yang maha dahsyat.Dalam satu dekade terakhir bisa kita lihat adanya perubahan yang signifikan dalam penemuan-penemuan gadget-gadget terbaru yang mewakili ranah perangkat keras (hardware), maupun perangkat lunak (software) yang menghadirkan berbagai penemuan barunya.Secara langsung ini berdampak besar dan mengubah tatanan kehidupan sebagian besar masyarakat dunia.Evolusi dunia komunikasi terjadi ketika penggunaan telepon seluler menjadi booming. Bukan rahasia lagi bila media komunikasi utama rakyat Indonesia sampai sekitar tahun 2000-an masih menggunakansurat, dan perlahan tetapi pasti keberadaan ponsel mengikis eksistensi budaya lama ini.

Ponsel sebagai perangkat canggih yang memberikan akses kemudahan dalam berhubungan, ponsel memang segera mendapat hati masyarakat.Meskipun harganya kala itu masih jutaan, dan tarif pulsa yang mahalnya minta ampun, tetapi kita bisa lihat kebutuhan konsumen ternyata cukup tinggi. Ponsel memberikan kemudahan penggunaan dan akses waktu yang real time, bandingkan dengan surat kilat sekalipun yang butuh hitungan hari untuk sampai ke tujuan. Di sisi lainkondisi geografis Indonesia yang sangat luas ternyata juga mendukung perkembangan ponsel. Ini menjadi starting point yang bersejarah dalam perkembangan komunikasi jarak jauh di Indonesia ke depannya.

Perkembangan dan perubahan telekomunikasi membuat berbagai vendor mulai gencar mengeluarkan ponsel-ponsel terbarunya, dan tidak seperti media awal 2000-an di mana industri ponsel hanya dikuasai Nokia. Berbagai vendor mulai mengancam eksistensinya, tengoklah sang fenomenal BlackBerry, fusi Sony dan Ericsson dalam Sony Ericsson, Motorola dari Amerika Serikat, hingga produk dari China yang membanjiri pasar ponsel Nusantara. Perkembangan ini sepertinya memancing pula minat provider untuk menancapkan kukunya di industri potensial kita.Sejak Indosat dan Telkomsel, dua perusahaan terbesar penguasa layanan GSM, diakuisisi mayoritas sahamnya oleh perusahaan Singapura di pertengahan 2000-an, makin banyak saja penyedia layanan seluler yang muncul ataupun masuk ke tanah air. Tercatat ada Telkom, Excelcomindo, Hutchison, Sinar Mas Telecom, Sampoerna Telecommunication, Bakrie Telecom, Mobile-8, dan Natrindo Telepon Seluler.

Perubahan besar-besaran terjadi di sekitar tahun 2008, kala itu XL yang notabene dimiliki oleh perusahaan Telekom Malaysia mulai memberlakukan tarif gila-gilaan nelepon Rp1 per menit. Strategi untuk menarik konsumen dari operator lain ternyata berhasil dijalankan XL, berbondong-bondong konsumen berpindah dan meninggalkan provider lama mereka. Strategi bonus dan tarif murah dipergunakan operator seluler dalam meningkatkan loyalitas dan meningkatkan penjualan.Strategi penetapan tarif ini mengacu pada strategi penetration price yaitu dengan menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen.Tak ayal langkah serupa ditiru Indosat, lalu Telkomsel selanjutnya.Keberhasilan strategi ini tak lepas dari tujuan penetapan harga oleh produsen terhadap produknya yaitu pertama, untuk mendapatkan keuntungan.Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Penetapan harga harus memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntungan yang diraih dapat maksimum. Kedua, mendapatkan atau merebut pangsa pasar / Market Share.Dengan harga yg turun/murah, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga datang dari market share pesaing / competitor. Ketiga, menjaga kelangsungan hidup kegiatan operasional. Keempat, perusahaan yang baik menetapkan harga dengan memperhitungkan segala kemungkinan agar tetap memiliki dana yang cukup untuk tetap menjalankan aktifitas usaha bisnis yang dijalani. Kelima, balik modal ROI / Return On Investment. ROI yang tinggi dapat dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan.Keenam, menjaga status quo pangsa pasar.

Penyesuaian harga menjadi lebih murah untuk menjaga pangsa pasar konsumen karena competitor sudah banyak dan strategi pemasaran sudah beragam. Dengan adanya penurunan harga yang lebih murah dari pesaing akan membuat konsumen tetap setia dengan produk yang kita jual.Penekanan harga serendah mungkin adalah cara terbaik. Mendapatkan atensi dan kepercayaan pasar untuk mengikatnya sebagai pelanggan setia adalah salah satu tujuannya.Kalangan muda dalam masa transisi adalah sasaran empuk untuk dijejali berbagai promo yang menjanjikan. Di sisi lain harus difikirkan dengan matang agar strategi ini tidak mengakibatkan perusahaan kolaps dan justru termakan perangkapnya sendiri, seperti yang terjadi pada provider Smart yang mengalami kerugian mencapai 40 Triliun yang akhirnya memutuskan untuk bermerger dengan Fren.

Dengan tetap memerhitungkan berbagai kemungkinan, serta regulasi pemerintah tentang adanya biaya tertinggi yang bisa dipatok oleh operator, maka tak heran permainan angka sangat berarti di strategi pemasaran.Penetapan harga yang pas adalah sesuatu yang wajib dilakukan setiap penyedia layanan. Mendapatkan keuntungan sebesar mungkin hanya bisa dilakukan dengan dua cara : menaikkan harga dan menambah jumlah pelanggan. Perhitungan untuk menaikkan harga tentu saja dengan tetap memerhitungkan berbagai faktor dan variable yang berpengaruh, sehingga keuntungan yang didapat bisa maksimal.Faktor tersebut antara lain kuantitas barang yg dijual, efisiensi produksi, pendapatan total dan biaya total yang akan dipengaruhi oleh harga. Harga disini menjadi elemen penting karena merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan income bagi perusahaan.

Meningkatkan jumlah pelanggan bisa dilaksanakan dengan merebut pasar milik pesaing untuk meningkatkan keuntungan. Perhitungan operasional dan sebagainya juga menjadi faktor penting, bukan sekedar keuntungan saja yang dicari. Perusahaan yang baik adalah yang tetap mendapatkan keuntungan besar dan menyediakan layanan yang menguntungkan, bukan suatu hal yang tabu jika setiap perusahaan selalu menginginkan balik modal setelah berbagai strategi penjualan yang mungkin mengorbankan sebagian sumber dayanya untuk mencapai tujuan. Satu lagi yang mesti diperhatikan, dengan menjaga konsumen yang sudah menjadi bagian penting perjalanan, menjadi bagian tersulit karena bagaimanapun mempertahankan pasar lebih sulit dibandingkan merebut pasar yang ada.

Semua yang sudah dilakukan tentu akan memiliki efek yang berbeda. Bisnis yang baik tentu harus mencermati dengan teliti dampak jangka pendek dan jangka panjang. Menurunkan tarif akan menaikkan permintaan konsumen, memicu persaingan lebih ketat dengan lawan bisnis, dan mengikat konsumen agar mau setia. Jangan lupa diperhitungkan bahwa ini bisa menjadi boomerang bila nyatanya operator tidak siap. Konsumen peralihan yang mencoba-coba produk mungkin bisa menjadi tertarik, tetapi bila pada akhirnya kita mengecewakan mereka bisa jadi strategi ini akan kalah. Persaingan juga menjadi semakin ketat, operator yang belum menurunkan tarif tentu akan memagari konsumennya agar tetap bersama mereka, dan efeknya bisa jadi calon pelanggan tidak jadi berniat pindah dan malah pelanggan kita yang loncat ke penyedia layanan lain. Dampak jangka panjangnya, operator dituntut terus menaikkan performa layanan kepada masyarakat, strategi yang baru dan mampu menarik lebih banyak pelanggan, dan persaingan sengit dalam komunitas. Layanan terbaik akan terus dipantau oleh Pemerintah sebagai regulator dan pelanggan sebagai konsumen sendiri. Strategi baru untuk menarik minat pelanggan juga harus dilakukan, masyarakat tentu butuh promo yang menjanjikan dan lebih mendatangkan keuntungan bagi mereka. Komunitas menjadi bagian kecil yang penting, bila berhasil menarik pengguna produk yang eksklusif semacam iPhone, BlackBerry, htc, dan gadget lainnya tentu ini bisa menjadi kelebihan sendiri karena komunitas cenderung lebih berkomitmen dan mengikat.

Pasar telekomunikasi di Indonesia sekarang ini disesaki oleh 10 operator telekomunikasi. Sempitnya ruang diferensiasi membuat harga masih menjadi penawaran utama dari kebanyakan operator. “Bonus” dan “gratis” pun menjadi bahasa komunikasi mereka ke konsumen. Kondisi ini membuat konsumen secara tidak langsung leluasa menentukan tarif komunikasinya sendiri.Ternyata, hasil riset mengatakan diferensiasi penggunaan, pengeluaran yang seminimal mungkin, pemilihan sesuai jangkauan kekuatan sinyal sampai sekadar rasa sayang membuang nomer lawas menjadi alasan responden untuk menggunakan lebih dari satu kartu. Mereka dengan gampang berpindah dari satu operator ke operator lain, berpindah dari paket satu ke paket lain, maupun menggunakan lebih dari satu operator demi efisiensi. Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat churn rate tertinggi— di atas 10 persen per bulan

Perang tarif antar operator seluler memang menyebabkan semakin rendahnya biaya telekomunikasi sejauh ini serasa memihak masyarakat, Namun, belakangan ini perang tarif tak lagi menjadi tren di bisnis telekomunikasi.Karena kondisi pasar sudah kompleks dengan dihujani berbagai strategi pemasaran, strategi penetapan harga pun berubah. Sekarang bukan lagi dengan harga penetrasi, karena terbukti beberapa perusahaan mengalami kerugian. Strategi yang digunakan yaitu dengan peningkatan kualitas pelayanan karena banyak konsumen yang merasa kualitas dan pelayanan operator seluler yang belum maksimal.Tren yang booming sekarang adalah kecepatan akses dan kemajuan teknologi yang diusung oleh operator seluler.Perluasan jangkauan pun dilakukan untuk merambah pasar di luar Jawa, Bali, dan Sumatera yang selama ini didominasi oleh Telkomsel.Perubahan strategi ini dilakukan karena masyarakat sudah makin modern dan smart.Hijrah dari provider yang murah karena jangkauan yang terbatas dan kualitas pelayanan yang buruk (misal sering pending) ke provider yang (sedikit) mahal tapi kualitas pelayanan yang unggul pun semakin tak terhindari.

Operator seluler terus melakukan penentuan sasaran pasar yang tepat sehingga strategi yang diterapkan sesuai kebutuhan pasar.Selain itu provider juga berusaha bersikap jujur dalam membuat promo sehingga konsumen tidak merasa terjebak dalam membeli produknya. Penetapan tarif rasional yang terjangkau, peningkatan kualitas dan layanan maksimal merupakan variabel penting bagi keberlangsungan hidup operator di tengah persaingan bisnis komunikasi seluler Indonesia. Penentuan strategi sekali lagi memiliki bagian terpenting yang menentukan arah bisnis industri penyedia layanan telekomunikasi ke depannya.

 

Referensi:

http://masday-ojan.blogspot.com/2010/01/perang-tarif-antar-operator-seluler-di.html

http://www.perangtarifseluler.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2655&Itemid=61)

Kotler, Philip. 1998. Manajemen Pemasaran Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

24 5 / 2011

Bauran pemasaran atau lebih dikenal dengan istilah marketing mix (product, promotion, price, place) merupakan kunci sukses yang harus dipegang apabila ingin terjun dalam dunia pemasaran. Keempatnya memiliki peran masing-masing yang dapat dijalankan secara maksimal sehingga produk yang dipasarkan akan menjadi terbaik dan unggul dibidangnya. Dalam hal ini akan difokuskan pada bauran yang pertama yaitu produk.

Pada dasarnya sebagian besar keuntungan yang didapat oleh perusahaan berasal dari kepuasan konsumen dalam menikmati produknya. Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang berkualitas dengan harga yang relatif murah. Untuk itu perusahaan dalam proses kegiatan produksi haruslah mengerti dan tahu dengan benar akan arti dari produk itu sendiri.

Kotler et.al (2000:212) mengemukakan bahwa produk adalah: “Segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk menarik perhatian, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan”.  Selanjutnya produk itu dijelaskan lebih lanjut oleh Lamb, Charles et. al (2001:414): “Produk didefinisikan sebagai segala sesuatu baik yang menguntungkan maupun tidak yang diperoleh seseorang melalui pertukaran”. 

Dari definisi di atas dapat dijelaskan bahwa produk adalah segala sesuatu yang memiliki nilai untuk dipasarkan untuk dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan.

Perubahan gaya hidup  acap mempengaruhi pola konsumsi masyarakat. Salah satu dari perubahan itu adalah digemarinya mie instan sebagai makanan substitusi nasi. Bahkan kian hari produk ini kian menjadi makanan pilihan konsumen, karena selain praktis dan harganya terjangkau, mie instan juga cukup mengenyangkan perut. Saat ini, Indofood masih merajai pasar mie instan di Indonesia, sekaligus merupakan perusahaan mie instan terbesar di dunia dengan kapasitas produksi 13 milyar bungkus. Selain Supermi, Sarimi, dan Sakura, Indomie merupakan merek andalan Indofood. Begitu kuatnya citra Indomie di pasar sehingga sebagian masyarakat menganggap seolah mie instan itu adalah Indomie (Indomie menjadiTop of Mind mie instan). Dalam Top Brand Index (TBI) periode 2006-2008, Indomie menduduki posisi pertama dengan TBI berturut-turut 65,8% , 66,5% , dan 71,4% pada tahun 2006, 2007, dan 2008 (David, S.S., 2008,  Majalah Marketing-Edisi Khusus TOP BRAND).
Keberhasilan Indomie terus bercokol di urutan teratas Top Brand adalah berkat konsistensi Indomie dalam menjalankan strategi kunci 3A:

a).    Acceptability, yaitu rasa Indomie yang sudah bisa diterima di lidah konsumen (Product).

b).    Avalaibility, produk Indomie mudah diperoleh dimana saja (Place)

c).     Affordability, tercermin dari harga eceran Indomie yag terjangkau (Price)


Brand name 
yang digunakan adalah Indomie. Satu bungkus Indomie standard memiliki massa 85 gram, dan terdapat 2 sachet berisi 5 bumbu-bumbuan yang disertakan, yaitu kecap manis, saus sambal, minyak palm, bubuk perasa dan bawang goreng.

Konsumen membeli produk karena mereka menyukai apa yang dapat dilakukan produk tersebut kepada mereka, baik secara fisik maupun emosional. Suatu produk harus mencakup ciri khas yang tepat dan menawarkan manfaat yang tepat. Ciri khas (feature) produk adalah kualitas, berwujud dan tidak berwujud, yang ditanamkan oleh perusahaan ke dalam produknya. Feature yang dimiliki Indomie sebagai TOP OF MIND konsumen dalam hal mie instan adalah Produsen Indomie menganggap mi instan ini sehat dan bergisi karna mengandung energi, protein, niasin, asam folat, pantotenat, mineral besi, natrium, dan berbagai vitamin seperti vitamin A,C, B1, B6, dan B12. Padahal disisi lain Indomie mengandung pewarna tartrazine yang tidak baik bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jangka panjang. Kelebihan lainnya yaitu harga yang terjangkau Rp. 1350,00 per bungkusnya ( tahun 2010 ) karenanya harganya yang bersahabat, banyak packer-packer/traveller Indonesia yang membeli Indomie untuk dinikmati dinegara lain.

Dimensi Kualitas Produk Menurut Mullins, Orville, Larreche, dan Boyd (2005, p.422) apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing. Dimensi kualitas produk tersebut terdiri dari :

1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk. Performa  yang ditunjukkan Indomie dalam pangsa mie instan sangatlah stabil/konsisten terhadap produk yang ditawarkan sebagai pemenuh kebutuhan konsumen.

2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya tahan produk. Indomie tergolong makanan cepat saji dengan tenggat kadaluwarsa kurang lebih hanya 1 tahun.

3.  Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk

atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk. Packaging yang atraktif menjadi daya tarik Indomie unutk dilirk konsumen dengan aksen warna dominan merah,kuning-jingga, dan hijau pada logo Indomie.

4. Reliabilty (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan. Pada beberapa waktu lalu Indomie sempat diguncang isu mengandung dua bahan pengawet yang terlarang, yaitu metil p-hidroksibenzoat dan asam benzoat. Dua unsur itu hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik. Sehingga dilakukan penarikan semua produk mie instan “Indomie” dari pasaran Taiwan tetapi importer Taiwan menyatakan bahwa mie instan itu tetap aman dikonsumsi dan memenuhi standar ( 06 Desember 2010)  

5. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk. Penampakan produk Indomie sangat elegan dengan warna dasar putih pada produk unggulannya Indomie Goreng Spesial. Rasa yang diciptakan juga memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan produk pesaing seperti Mie Sedap.

6. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek, periklanan, reputasi, dan Negara asal. Produk-produk Indomie dipasarkan ke banyak manca negara termasuk Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa di Amerika Serikat pada tahun 2009, indomie biasa dijual dengan harga 1 dolar per 3 bungkusnya. di Australia 25 sen per bungkusnya. Kesan kualitas semakin terlihat saat May 2011, seorang rapper bernama Jesse Two Ocean (J2O) dari London, Inggris menyanyikan lagu rap tentang kegemaran kesehariannya mengkonsumsi Indomie yang berjudul “Indomie”. Diproduksi oleh Acen.

            Kesimpulan dari penulis menyatakan bahwa Indomie dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan sangat memuaskan terbukti dengan diraihnya beberapa penghargaan seperti Top Brand Award 2010 – Indomie, Outstanding Achievement in Building the Top Brand, 2008-Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA). Selain itu juga variant produk yang yang ditawarkan sangat beragam guna dapat menambah konsonansi konsumen terhadap produk mie instan ini. Berdasarkan analisis pribadi penulis Indomie regular (goreng dan kuah) ditujukan bagi semua kalangan. Sedangkan jenis yang lain misal Jumbo bagi orang-orang yang merasa belum cukup jika hanya mengkonsumsi Indomie ukuran standart, Indomie keriting sebagai variasi karena bentuknya mie yang berbeda dari yang lain (keriting!), Indomie Selera Nusantara menurut penulis merupakan terobosan paling ciamik dikalangan mi instan karena dapat mengintepretasikan cita rasa makanan daerah dalam sebungkus makanan cepat saji dengan demikian dapat lebih menjaring pangsa pasar yang berada dipelosok daerah Indonesia, dan yang terakhir dan mutakhir Indomie bagi vegetarian atau sering disebut dengan vegan. Kesemuanya membuktikan Indomie merangkul seluruh komponen konsumen agar dapat menikmati mi instan karena INDOMIE! SELERAKU.

Jenis Indomie Goreng

*Indomie Goreng Spesial *Indomie Goreng Spesi al Plus  *Indomie Goreng Pedas *Indomie Goreng Sate *Indomie Goreng Rasa Ayam

Jenis Indomie Kuah

*Indomie Kuah Rasa Ayam Spesial  *Indomie Kuah Rasa Kari Ayam *Indomie Kuah Rasa Kaldu Ayam *Indomie Kuah Rasa Kaldu Udang *Indomie Kuah Rasa Ayam Bawang *Indomie Kuah Rasa Soto Spesial *Indomie Kuah Rasa Kari Ayam Dengan Bumbu Kari

Jenis Indomie Jumbo

*Indomie Goreng Jumbo Rasa Ayam Panggang *Indomie Goreng Spesial Jumbo

Jenis Indomie Keriting

*Indomie Keriting Goreng Spesial *Indomie Keriting Goreng Rasa Ayam Cabe Rawit *Indomie Keriting Goreng Rasa Kornet *Indomie Keriting Rasa Ayam Panggang *Indomie Keriting Rasa Laksa Spesial

Jenis - jenis Indomie Selera Nusantara

*Indomie Goreng Cakalang *Indomie Goreng Rasa Rendang Pedas Medan *Indomie Rasa Coto Makassar *Indomie Rasa Empal Gentong *Indomie Rasa Kari Ayam Medan *Indomie Rasa Mi Cakalang *Indomie Rasa Mi Celor *Indomie Rasa Mi Kocok Bandung *Indomie Rasa Sop Buntut *Indomie Rasa Soto Banjar *Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kuit *Indomie Rasa Soto Betawi *Indomie Rasa Soto Medan *Indomie Rasa Mi Cakalang

Jenis Indomie Vegan

*Indomie Goreng Vegan *Indomie Kuah Rasa Sup Sayuran Vegan

*       @ahsanadia

Sumber:

Z. Sissor, Jack,  ADVERTISING Advertising Media Planning SeventhcEdition, (New York: The McGraw-Hill Companies, Inc., 2010)

http://www.indomie.com/

http://harisahmad.blogspot.com/2010/12/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-respon.html

http://www.forumbebas.com/thread-164692.html

 

24 5 / 2011

Smartphone Jejali Pangsa Handphone      

Sudah menjadi suatu trend saat ini bahwa seseorang berpindah untuk menggunakan smartphone. Meskipun relatif lebih mahal daripada handphone biasa, masyarakat seakan menutup mata untuk harga yang ditawarkan guna mendapatkan fitur-fitur keluaran terbaru dari hasil rekayasa teknologi ini. Bahkan dari data yang dihimpun oleh Antara, sebuah kantor berita nasional terpercaya, menyebutkan bahwa penjualan smartphone mencapai porsi 47 persen dari total keseluruhan penjualan ponsel di tahun 2010, meningkat tajam hingga menembus presentase 76 dari tahun ke tahun[1].

 

Text Box: Samsung Geser Nokia di Eropa Barat  Ponsel pintar sekarang mengambil porsi 47 persen dari total penjualan ponsel, meningkat 76 persen year on year. Nokia memiliki kinerja penjualan buruk di pasar smartphone.  Dikutip dari www.antaranews.com ( 10/05/2011, 20:11)             

 

 

 

 

 

 

Apa itu Smartphone?

Marak dan semakin marak, mungkin pernyataan tersebut yang mampu untuk mewakili kondisi penggunaan smartphone pada saat ini. Meskipun belum ada definisi secara tegas tentang apa yang disebut dengan smartphone tetapi orang-orang akan menyebut sebuah handphone sebagai smartphone apabila terdapat fitur-fitur seperti akses internet yang cepat, kemampuan untuk melakukan pengolahan data layaknya kita sedang bekerja dengan menggunakan komputer (word dan excel misalnya), 3G, dan beberapa fitur lainnya seperti kamera, recorder, dan lain-lain.

            Fenomena peralihan pilihan masyarakat yang cenderung memilih tipe handphone smartphone dibandingkan dengan tipe-tipe handphone biasa langsung direspon sangat cepat oleh para produsen smartphone. Mereka langsung berinovasi menciptakan smartphone dalam berbagai varian fitur dan akan terus memperbaiki fitur tersebut, lalu membungkusnya dalam iklan yang yang menarik minat masyarakat untuk segera memilikinya.

 

Sejarah          

Text Box:    Alexander Graham Bell adalah penemu telepon pertama kali. Dilahirkan di Edinburg, Skotlandia pada tahun 1847 dari pasangan Alexander Melville Bell dan Eliza Grace Symonds Bell . Meskipun tak seberapa tinggi pendidikan formal yang dijalaninya, ketertarikkannya pada produksi vokal mengantarkannya pada keuletan dalam menciptakan teknologi yang menggemparkan warga seantero jagat ini.

Sosok

ALEXANDER G. BELL

1847-1922

 

 

Sebagai makhluk paling kreatif, manusia akan selalu berusaha mengembangkan pesawat yang berguna untuk membantu pekerjaannya atau setidaknya meningkatkan kualitas hidup. Salah satu bukti pengembangan tersebut adalah handphone. Pada awalnya, handphone merupakan bentuk rekayasa dari telepon yang ditemukan oleh Graham Bell, seorang warga negara Skotlandia yang berhasil menemukan alat komunikasi jarak jauh untuk pertama kalinya. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi, handphone tidak lagi berguna sebagai alat komunikasi. Banyak diselipkan fungsi-fungsi yang lain, dari permainan sampai worksheet untuk menulis dokumen yang biasanya kita kerjakan dengan menggunakan komputer. Tidak hanya variasi aplikasi yang berdesakkan memenuhi fungsi dari telepon genggam, tujuan dari penggunaan handphone sendiri juga semakin berkembang. Sekarang, handphone tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu komunikasi tetapi juga sebagai life style yang akan berdampak pada prestige seseorang di mata orang lain.

 

Penjualan Smartphone Meningkat Tajam

            Siapa sih yang tidak tahu Blackberry? Semua orang dari kalangan paling bawah strata masyarakat sampai yang paling atas, yaitu golongan elit, juga mengenal produk yang satu ini. Blackberry merupakan satu dari ratusan jenis smartphone yang kini merajalela di lingkungan mamsyarakat luas. Bahkan dari sebuah artikel di situs-situs menyebutkan bahwa PT XL Axiata Tbk (XL) menerima sekitar 2.800 pelanggan telah melakukan pre order BlackBerry Torch 9800 sejak waktu pemesanan dibuka pada 29 September 2010 (vivanews.com). Begitu signifikannya product selling dari jenis smartphone ini bahkan menjadi sebuah wacana menaik bagi kita semua untuk mengetahui apa penyebab dari lonjakan demand ini.

 

Worldwide Mobile Device Sales to End Users in 2010

2010

2009

Market Share

Market Share

Company

Unit

%

Unit

%

Nokia

461318,2

28,9

440881,6

36,4

Samsung

281065,8

17,6

235772,0

19,5

LG Electronics

114154,6

7,1

121972,1

10,1

Research In Motion

47451,6

3,0

34346,6

2,8

Apple

46598,3

2,9

24889,7

2,1

Sony Ericson

41819,2

2,6

54956,6

4,5

Motorola

38553,7

2,4

58475,2

4,8

ZTE

28768,7

1,8

16026,1

1,3

HTC

24688,4

1,5

10811,9

0,9

Huwawei

23814,7

1,5

13490,6

1,1

Others

488568,3

30,6

199617,2

16,5

Total

1596802,4

100,01

211239,6

100,0

Taken from www.teknojrnal.com

 

            Sebuah fakta terungkap bahwa ternyata faktor utama yang mendongkrak penjualan smartphone adalah kebiasaan masyarakat untuk segera mengkomunikasikan suatu informasi kepada saudara, kerabat, maupun temannya ketika dia merasa informasi tersebut berharga bagi dirinya. Fenomena smartphone ini juga mengandung unsur kesengajaan dari pihak produsen untuk memanfaatkan kebiasaan masyarakat tersebut. Word of Mouth seakan menjadi sebuah solusi bagi para sales smartphone untuk memangkas biaya promosi dan semakin mengefektifkan pesan-pesan produknya karena pesan yang disampaikan oleh kerabat atau teman sendiri akan lebih cenderung mudah ditangkap oleh masyarakat dan diberi arti yang lebih. Hal tersebut disebabkan kerabat atau teman mereka sendiri yang menginformasikannya, sehingga dirasa lebih terpercaya dan kemungkinan bias product  yang basanya diumbar panjang lebar oleh penjual menjadi semakin kecil.

            Tidak hanya itu, seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya bahwa faktor baru yang timbul dalam kebiasaan pola pikir masyarakat saat ini adalah pilihan mereka akan menggunakan sesuatu juga didasarkan pada prestige yang akan mereka dapatkan ketika mengonsumsi barang tersebut. Smartphone, bagaimanapun juga menyumbangkan nilai social yang begitu besar dalam penciptaan citra pemakainya. Dari segi feature dan kualitas serta performance dan harganya cukup mewakili sang pengguna bahwa pengguna smartphone merupakan golongan masyarakat kelas menangah ke atas, sesuatu yang menurut para ahli sosiologi menyebutnya sebagai simbol status sosial seseorang dalam tatanan hierarki kelas ekonomi di dalam masyarakat.

 

Promosi

            Sebuah konsep pemasaran yang menjadi satu faktor signifikan dalam mendongkrak penjualan sebuah produk adalah promosi. Promosi ini merupakan salah satu aplikasi dari kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk mempengaruhi orang lain untuk membeli barang dagangannya. Pengertian secara lebih tepatnya adalah, sebuah proses komunikasi yang berusaha membangun dan mempertahankan hubungan baik dengan jalan menginformasikan dan mempersuasi satu atau lebih pandangan mengenai sebuah organisasi sehingga bisa mempunyai citra lebih positif yang selanjutnya berdampak pada keengganan masyarakat untuk menerima produk yang dihasilkan oleh organisasi tersebut.

Tujuan dari adanya promosi ini secara garis besar adalah menstimulasi permintaan dan membangun hubungan yang menguntungkan dengan customer yang saat ini memiliki potensi. Banyak hal yang bisa diupayakan dalam melaksanakan promosi yang efektif. Sebut saja advertising dan sales promotion sebagai beberapa contoh kegiatan real dari promosi. Namun semakin beranjak zaman, kegiatan yang disebutkan di atas tidak mampu lagi mengusahakan target penjualan yang optimal. Era saat ini dibutuhkan persuading yang lebih dari itu, maka dari itu dunia promosi memperkenalkan apa yang disebut dengan World Of Influence 3,0TM sebagai media promosi baru yang telah sukses mengantarkan brand andalan negara Kanada, Blackberry, ke tingkat penjualan yang sangat fantastis.

 

 

Welcome To The World Of Influence 3,0TM

 

“Kami membutuhkan metodologi untuk mennetukan efetivitas upaya komunikasi pemasaran kami. Ini menyangkut dana industri global sekitar US$ 450 miliar. Kami semua membuat keputusan dengan kata dan disiplin yang kurang. Kam kekurangan standard pengukuran (hasil komunikasi pemasaran)”[2]

Jim Stengel, Global Marketing Officer The Procter & Gamble Company

 

            Promosi sebagai salah satu bagian dari pemasaran suatu produk memang mensyarakatkan kecuruan dana yang cukup merogoh kocek para produsen dalam menginformasikan tentang produknya ke masyarakat luas. Contoh nyata yang bisa kita dapat pahami dari kutipan dari Global Maketing Officer Procter & Gamble di atas, Jim Stengel. Tapi ada terkadang apa yang telah kita korbankan untuk menarik perhatian pasar tak sebanding dengan tingkat penjualan yang berhasil dihimpun. Untuk itu, dalam melakukan promosi kita harus memperhatikan touchpoint dari produk tersebut serta dimana produk tersebut akan dipasarkan. Solusi yang marak ditawarkan adalah kekuatan dari World of Influence 3,0TM.

            Akhir-akhir ini telah terjadi perubahan yang sangat signifikan dalam lanskap media komunikasi. Perubahan ini terjadi karena fragmentasi media dan munculnya touchpoint baru. Pada periode paling awal, kita mengenal periode influence 1.0. atau periode the traditional world of advertising dimana medium komunikasi masih sangat terbatas media cetak dan elektronik sehingga komunikasi masih satu arah. Lalu selanjutnya, di periode kedua kita mengenal periode influence 2.0. ketika medium komunikasi berkembang dengan ditandainya banyak munculnya touchpoint yang baru seperti social media, event, dan in-store. Meskipun social media telah tumbuh, komunikasi antara brand dengan konsumen masih monolog.

            Sementara itu, dalam perkembangan lanskap komunikasi media selanjutnya muncullah periode influence 3.0 yang tidak hanya memberikan reaksi atas pesan yang disampaikan oleh brand lewat media yang mereka gunakan seperti dua periode sebelumnya, melainkan konsumen juga berinteraksi dengan brand melalui media yang secara sukarela merea ciptakan sendiri (consumer generated media) misalnya saja WOM atau Word Of Mouth. Meskipun tingkat touchpoint akan sangat bevariasi dari satu produk ke produk yang lain dan dari satu regional ke regional yang lain, namun menurut peneltian terakhir menemukan fakta bahwa rekomendasi dari keluarga dan teman merupakan touchpoint yang menduduki posisi paling efektif di hampir semua product line di seluruh negara.

 

“-Ranking most influential touchpoint.. Di UAE, misalnya, Bank website berada di urutan ke-11 sebagai touchpoint yang paling berpengaruh-di urutan pertama adalah TV ads. Di Jepang, UK, dan Czech Republic, TV ads tidak berada dalam 10 besar most influential touchpoint. Namun di Jepang, TV News adalah kontak yang pengaruhnya juga tinggi (highly influential).[3]

 

Kesimpulan

            Sehebat apapun produsen dalam menciptakan smartphone, penjualan akan sangat tergantung pada minat pasar untuk bersedia membelinya atau tidak. Kesediannya ini dapat distimulasi dengan program promosi yang mampu menyentuh emosional mereka untuk tak sekedar mengagumi rekayasa teknologi ini tetapi juga kemauan untuk mengeluarkan uang membeli produk ini. Yang bisa dipelajari dari Blacberry adalah keberhasilannya dalam menentukan emotive brand positioning yang dilanjutkan dengan touchpoint yang efektif melalui World of Influence 3,0TM berupa Word Of Mouth (WOM) yang pada dekade sekarang ini menempati posisi paling strategis dalam meningkatkan penjualan produk, terutama kategori gadget.

            Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah yang sebenarnya terjadi dengan masyarakat saat ini, apakah euforia dari kemajuan teknologi atau memang tingkat konsumifitas yang berlebihan, sehingga penjualan smartphone semakin menanjak dari tahun ke tahun adalah Promosi. Ketika teknologi semakin berkembang tetapi tidak ada usaha untuk mengkomunikasikannya secara baik kepada masyarakat luas, niscaya semua deret penjualan yang terus naik itu akan terjadi. Begitu pula dengan tingkat konsumifitas masyarakat. Memang masyarakat memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Tetapi di sisi lain, kebutuhan masyarakat terjadi karena rangsangan para kreatif-kreatif produsen dalam product packaging. Sekali lagi, apakah itu dikarenakan kemajuan teknolgi atau konsumtif masyarakat, promosi  melalui rekomendasi teman atau kerabat (salah satu bentuk Word Of Mouth) memiliki peranan yang sangat signifikan dalam menentukan semuanya itu.



[1] Yuds. Samsung Geser Nokia di Eropa Barat. Http://www.antaranews.com. Selasa, 10 Mei 2011. 20:11.

[2] Wulandari, Dwi dan Hendriani, Lis. Mencari Touchpoint Paling Efektif. MIX 10. IV. Oktober 2010.

[3] Ibid,.

24 5 / 2011

Pada 16-19 Maret 2010 yang lalu, Jakarta sempat dihebohkan dengan adanya diskon besar-besaran produk asal Amerika Serikat yang satu ini, Crocs. Pesta diskon yang digelar di Senayan City oleh Metrox Lifestyle, distributor Crocs di Indonesia, telah membuat ribuan orang rela mengantri hingga 8 lantai. Bayangkan! Pengunjung rela mengantri berjam-jam untuk bisa mendapatkan produk buatan Amerika ini dengan harga miring.

Sejak pertama kali hadir di Indonesia, Crocs telah dipasarkan dengan harga prestis karena memang disegmentasikan untuk kalangan menengah-atas. Namun, dengan promo diskon hingga 70% ini, produk Crocs yang biasanya berkisar antara Rp 450.000,00 hingga Rp 1.300.000,00 bisa dibeli dengan harga Rp 105.000,00 hingga Rp 450.000,00[i].

Keberhasilan “Pesta Diskon” Crocs tidak lepas dari prinsip 4P yang dikemukakan oleh Philip Kotler, yaitu Product, Place, Price, dan Promotion. Dari segi produk, Crocs sangat diminati berbagai kalangan karena bentuknya yang unik, warna-warnanya yang menarik, dan kenyamanannya saat dipakai. Dari segi tempat, Senayan City merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi oleh kalangan baik menengah maupun atas. Dari segi promosi, Crocs langsung populer begitu memasuki pasar Indonesia dengan bauran promosi yang digunakannya. Yang menarik dari kasus ini adalah peran harga. Dalam bauran pemasaran (marketing mix), harga (price) menjadi salah satu faktor sentral dalam kegiatan pemasaran, tapi bukan berarti harga menjadi unsur yang berdiri sendiri. Harga harus berinteraksi dengan unsur-unsur lain agar efektivitas kegiatan pemasaran dapat terwujud.

Sebenarnya apa yang dilakukan perusahaan di balik pesta diskon ini? Tentu saja pemberian potongan harga atau yang biasa dikenal dengan sebutan diskon ini bukan semata-mata dilakukan atas kemurahan hati perusahaan. Strategi pemberian potongan harga atau diskon menjadi salah satu strategi andalan bagi perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan. Lihat saja dalam contoh kasus Crocs di atas. Satu pengunjung rata-rata membeli lebih dari satu pasang sepatu. Bahkan ada yang memborong hingga 50 pasang. Dalam satu hari, 10.000 pasang sepatu bisa terjual dengan adanya pesta diskon seperti ini.

Mengapa strategi diskon berhasil diterapkan di Indonesia? Ada dua alasan. Pertama, bagi masyarakat Indonesia harga merupakan hal yang sensitif karena krisis ekonomi yang terjadi. Kedua, masyarakat Indonesia termasuk impulsive buyer[ii]. Sebanyak 85% konsumen Indonesia seringkali membeli barang yang tidak direncanakan sebelumnya.

Bila cermat, dalam hal ini sebenarnya sisi psikologis konsumen sedang “dimainkan”. Dengan adanya diskon besar-besaran konsumen dibuat berpikir bahwa dengan memanfaatkan momen pesta diskon ini, pihaknya diuntungkan karena bisa membeli barang dengan harga yang lebih murah dari biasanya. Sama halnya ketika konsumen dihadapkan dengan promo “Buy 1 Get 1” atau “Buy Rp 199.000 for 2”. Konsumen merasa akan lebih untung jika membeli produk yang sedang dalam masa promo karena dengan jumlah uang yang sama ia bisa mendapat lebih banyak dari seharusnya yang berharga normal. Ditambah lagi dengan faktor brand. Konsumen akan tertarik untuk membeli produk-produk branded selagi ada diskon. Ada kepuasan tersendiri bagi konsumen saat memiliki produk branded yang semula berharga prestis dengan harga yang lebih rendah. Perilaku konsumen yang seperti inilah yang dimanfaatkan perusahaan untuk meningkatkan volume penjualannya.

Konsumen harus jeli. Biasanya perusahaan melakukan diskon besar-besaran (40%-90%) untuk produk-produk yang out of season artinya produk-produk tersebut merupakan stok lama yang belum habis terjual. Bisa juga diskon ditujukan untuk barang-barang retur yang agak sedikit cacat, tapi secara keseluruhan masih terlihat bagus. Ada juga perusahaan yang menaikkan harga normal lebih dulu sebelum dipotong harga diskon, sehingga seolah-olah harga menjadi lebih murah.

Selain konsumen yang harus jeli, perusahaan juga harus berhati-hati dalam menetapkan harga diskon. Perusahaan harus sadar akan adanya persepsi konsumen terhadap harga yang diberikan. Tingkat diskon yang terlalu ekstrim di sisi lain membawa konsumen pada persepsi bahwa kualitas produk yang dijual tidak terlalu baik. Perlu diketahui, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan konsumen, seperti kualitas aktual produk yang dijual dan reputasi perusahaan atau brand yang dijual.

Harga menjadi salah satu faktor penentu apakah konsumen memutuskan membeli produk kita atau tidak. Harga memang memainkan peranan penting dalam pemasaran. Harga merupakan satu-satunya unsur dalam bauran pemasaran yang memberi pemasukan bagi perusahaan. Harga tidak hanya berpengaruh pada laba yang akan diterima oleh perusahaan. Harga yang berpengaruh pada kuantitas penjualan, pada akhirnya berpengaruh juga pada total biaya produksi terkait dengan efesiensi produksi. Karena itu keputusan pemasar dalam penentuan strategi dan penetapan harga menjadi begitu penting.

 



[i] http://kosmo.vivanews.com/news/read/136731-counter_crocs_masih_berjubel_pengunjung

[ii] Berdasarkan survey AC Nielsen tahun 2003.

24 5 / 2011

Seiring berkembangnya zaman yang terus berubah dari analog ke digital, membuat internet menjadi bagian yang penting dari kehidupan. Hal tersebut telah memicu pergeseran yang cepat terhadap pola perilaku masyarakat, terutama perilaku dunia usaha dalam pemasaran. Tercatat bahwa sejumlah perusahaan besar di Amerika, Eropa, dan China telah mengubah strategi pemasaran mereka yang semula menggunakan media tradisional sekarang telah beralih ke media online. Sedangkan dalam dunia pendidikan, internet merupakan sumber informasi yang tak bisa dipungkiri lagi keberadaannya. Internet kini tidak saja menjadi sumber pengetahuan baru tetapi juga berfungsi sebagai perpustakaan yang dapat dikunjungi dan digunakan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.  Permasalahannya, Indonesia yang notabene adalah negara berkembang masih mengalami kesenjangan di lingkup sosial masyarakat, khususnya dalam hal penggunaan informasi digital seperti internet. Kesenjangan terjadi antara kota besar dengan kota kecil yang berada di wilayah pedalaman Indonesia.

Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Telkom untuk menciptakan peluang perluasan pangsa pasar dengan melakukan terobosan melalui program Membangun Masyarakat Cerdas Bersama Telkom. Telkom menyadari bahwa dominasi terhadap informasi yang ada melalui teknologi digital oleh komunitas tertentu tidak baik. Di mana informasi saat ini telah menjadi sumber kekuatan sosial, ekonomi, dan politik bagi setiap orang. Oleh karena itu Telkom memulai dengan mengembangkan program internet goes to school. Usaha Telkom mengenalkan internet goes to school tersebut memiliki nilai strategis. Karena selain merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan dan mencerdaskan bangsa, hal tersebut sekaligus menjadi strategi bisnis Telkom dalam memperluas jangkauan pangsa pasar dengan memanfaatkan salah satu strategi pemasaran, yaitu place melalui distribusi ke sekolah-sekolah, di mana murid dan guru menjadi sasaran utamanya. Strategi pemasaran adalah logika pemasaran, dan berdasarkan itu, unit bisnis diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran terdiri dari pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran. (Kotler, 1998, 93)

Salah satu unsur dalam strategi pemasaran adalah bauran pemasaran, yang berupa strategi di mana perusahaan dapat menyajikan penawaran produk pada satu segmen pasar yang merupakan sasaran pasarnya. Menurut William J. Stanton, bauran pemasaran adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adalah penawaran produk / jasa (product), struktur harga (price), kegiatan promosi (promotion), dan sistem distribusi (place). Bauran pemasaran yang dijalankan harus sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan. Bauran pemasaran merupakan perpaduan dari faktor-faktor yang dapat dikendalikan perusahaan untuk mempermudah buying decision, dalam hal ini Telkom menggunakan variable sistem distribusi di mana menempatkan sekolah-sekolah menjadi tempat yang dituju untuk menggaet pasar sasaran.

Sekilas mengenai perjalanan Telkom, program internet goes to school telah dikembangkan oleh Telkom sejak tahun 1999, yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pengaksesan informasi melalui internet di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren. Telkom memberikan donasi dan investasi sosial dalam bidang pendidikan dan pelatihan yang terkait dengan akses internet. Telkom memfasilitasi tersalurnya informasi kepada masyarakat, khususnya komunitas sekolah. Kegiatannya meliputi pemberian beasiswa, pembangunan laboratorium, pengadaan peralatan sekolah, pelatihan siswa dan guru, penyediaan hot spot, program e-community, dan sebagainya. Selama tahun 2005, program internet goes to school telah berhasil memberikan pelatihan kepada ratusan ribu siswa dari puluhan ribu sekolah. Program internet goes to school juga telah memberikan bantuan fasilitas berupa 220 komputer PC, 612 SST Telkomnet Instan, 258 SSL broadband, dan membangun 2.571 sekolah online. Dari data yang dikumpulkan sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2006, tercatat program internet goes to school telah melibatkan 70.000 sekolah (Internet Awareness) di seluruh Indonesia. Dengan demikian, Telkom telah berkontribusi terhadap kurang lebih 30% dari seluruh  sekolah yang ada, yang berjumlah total 219.500 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. Pada pertengahan 2006, Telkom menandatangani kesepakatan dengan Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, dan Departemen Komunikasi dan Informasi di Yogyakarta. Untuk permulaan, Telkom memberikan akses internet gratis kepada sekitar 1.000 sekolah, yang di antaranya 500 madrasah aliyah dan sisanya sekolah menengah atas. Telkom mengalokasikan dana 15 miliar rupiah untuk fasilitas internet gratis tersebut, yang diambil dari alokasi dana yang disisihkan Telkom sekitar 0,5 persen dari total laba bersih setiap tahunnya.

Proses edukasi yang ditawarkan Telkom melalui program internet goes to school sebenarnya juga merupakan investasi jangka panjang. Sebab di masa datang, pasar yang mereka jadikan target tersebut akan menjadi pelanggan yang setia kepada telkom. Upaya Telkom dalam proses manajemen pemasaran berhasil karena pada akhirnya semua orang yang sekolahnya dibantu oleh Telkom menjadi mengenal produk Telkom. Proses manajemen pemasaran terdiri dari analisis peluang-peluang pasar, penelitian dan pemilihan pasar sasaran, pengembangan strategi pasar, perencanaan taktik pemasaran, dan pelaksanaan serta pengendalian upaya pemasaran. (Kotler, 1998, 87)

Strategi pemasaran dan usaha-usaha yang dilakukan Telkom melalui program internet goes to school tersebut menuai hasil yang signifikan. Telkom memperkirakan  pendapatan jasa internet di industri telekomunikasi pada tahun lalu mencapai 6,7 triliun rupiah dengan jumlah pelanggan 7,359 juta orang. Sedangkan tingkat pertumbuhan pelanggan setiap tahunnya mencapai 40,7 persen. Hal ini tidak lepas dari strategi yang dilakukan Telkom dengan investasi jangka panjang terhadap dunia pendidikan, dengan berkembangnya internet di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia membuat pelanggan Telkom semakin banyak, dan tentunya memperluas pangsa pasar Telkom dalam persaingan pasar internet. Sekarang produk-produk dari Telkom berhasil merajai pangsa pasar internet di Indonesia.

 

Daftar pustaka

 

Sofjian, Assauri, Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan Strategi , Rajawali, Jakarta, 1992

Gitosudarmo, Indriyo, Manajemen Pemasaran, BPFE Yogyakarta, 1994

Stanton, William, J, Prinsip Pemasaran, Erlangga, 1986

Kotler, Philip, Marketing Management (11 ed.), (New Jersey: Pearson Education, 2003)

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=156412, diakses pada 21 Mei 2011

http://www.telkom.co.id/telkom-peduli/kegiatan-sosial/membangun-masyarakat-cerdas-bersama-telkom.html, diakses pada 21 Mei 2011

http://www.marketing.co.id/2010/01/12/geliat-bsr-perusahaan/, diakses pada 21 Mei 2011

 

24 5 / 2011

Dunia pemasaran sangat tidak lengkap dan dan akan sangat sulit meraih kesuksesan tanpa adanya sebuah strategi promosi yang baik, sebuah strategi promosi selalu menjadikan kegiatan pemasaran menjadi tidak monoton membosankan. Promosi membuat sebuah pemasaran tidak selalu dua arah, dengan adanya stategi promosi maka seorang produsen mampu meningkatkan jumlah penjualan atau mungkin menambah jumlah pelanggan atau konsumen. Semua itu dapat berhasil dengan adanya sebuah manajemen promosi yang baik. Dalam promosi sendiri terbagi menjadi beberapa bagian atau cara diantaranya adalah dengan strategi periklanan melalui channel yaitu media cetak, radio ataupun televise. Selain itu juga promosi dapat dijalankan secara langsung atau biasa dikenal dengan istilah direct marketing. Lalu apa yang dimaksud dengan promosi, periklanan maupun direct marketing itu sendiri, penjelasan singkat akan diulas dalam bahasan di bawah ini.

Promosi Tidak Hanya Sekedar Mengenalkan Produk

Promosi merupakan bagian dari pemasaran, dimana tujuan promosi adalah mengenalkan produk. Tidak hanya itu dengan strategi promosi sendiri produsen juga bertujuan untuk menarik konsumen untuk membeli produk tersebut. Promosi bisa juga dikatakan sebagai garda terdepan atau senjata utama untuk menyukseskan penjualan, sebab semakin menarik promosi tersebut di mata konsumen, maka semakin besar kemungkinan menang melawan pesaing lainnya, atau kompetitor lainnya.

Promosi mencakup enam bagian yaitu :

 

a.   Penjualan Personal. Yaitu penjualan yang melibatkan komunikasi langsung antara penjual dan pembeli. Biasanya penjual dan pembeli bertemu secara tatap muka langsung tanpa prantara media lain. contohnya adalah salesman. Selain itu personal selling juga dilakukan via telepon atau konferensi video di internet.

 

b.   Advertising. Advertising atau iklan adalah bentuk penjualan massal dan komunikasi dengan sejumlah besar pelanggan pada waktu yang bersamaan. Iklan bisa berbentuk iklan broadcast di TV atau Radio, iklan cetak di majalah atau surat kabar, iklan Billboard di jalan, hingga iklan banner di internet.

 

Fungsi dari periklanan  itu sendiri adalah untuk membangun citra jangka panjang untuk suatu produk atau sebagai pemicu penjualan menjadi lebih cepat dan memperkuat dorongan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya. Yaitu misalnya dengan cara memperkenalkan identitas produk yang diinformasikan dan menjelaskan perbedaan produk dengan yang lain.

 

c.    Direct Marketing. Promosi suatu barang dengan menggunakan satu atau lebih media pemasaran (direct selling, mail, telemarketing, direct action advertising, cataloug selling, cable tv selling, dan flyer).

 

d.   Public Relation. Mempromosikan produk dengan peran humas atau Public Relation dari perusaahan yang bersangkutan.

 

e.    Sales Promotion. Dengan melakukan diskon, pemberian kupon, pemberian sampel produk, event sponsorship, dan kontes berhadiah.

 

f.    Interactive Media. Yaitu mempromosikan produk lewat media interaktif seperti internet dengan menggunakan website sebagai promotion tools, banner iklan, menggunakan jejaring sosial seperti facebook atau twiterr, menggunakan website video seperti youtube, dan viral marketing yaitu pemasaran yang mengalir lewat informasi yang disebarkan di internet oleh pelanggan potensial kepada orang lain sehingga metode penyebarannya seperti penyebaran virus dengan menggunakan berbagai format, yaitu permainan, chat room, kontes dan bulletin elektronik[1]

 

Telah dijelaskan di atas bahwa promosi tidak sekedar memperkenalkan produk, bahkan dapat dimanfaatka lebih dari itu sehingga dapat dikatakan bahwa promosi adalah suatu bagian dari strategi dalam pemasaran atau disebut juga sebagai komunikasi pemasara. Karena promosi itu sendiri mampu menyebarkan informasi mengenai suatu produk ke publik selaku konsumen. Serta penjelasan tadi juga berdasarkan pendapat dari Tjiptono bahwa yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahan yang bersangkutan.

Sehingga terwujudlah tujuan utama dari promosi tersebut, sebagai garda terdepan atau senjata utama dalam pemasaran.  Sebab promosi ini sangat berperan besar dalam distribusi produk dari produsen ke konsumen.

Fungsi promosi antara lain, Informing (Memberikan Informasi) guna meningkatkan kesadaran konsumen mengenai produk tersebut. Dengan promosi bisa menampilkan nilai lebih dari produk tersbut, yaitu dengan mengenalkan manfaat-manfaat dari produk tersebut. Kemudian adalah Persuading (Membujuk), dengan promosi dapat mempresuasikan suatu produk, sehingga konsumen memiliki keinginan untuk mencoba produk tersebut.  Reminding (Mengingatkan), fungsinya supaya produk tersebut tetap melekat di hati konsumen. Adding Value (Menambah nilai), promosi tersebut meingkatkan nilai produk tersebut, sehingga terkesan lebih elegan, bergaya dibanding dengan kompetitor lainnya. selanjutnya adalah Assisting (Mendampingi upaya-upaya lain dari perusahaan), maksudnya adalah promosi menggunakan iklan sebagai alatnya, diamana peran iklan sebagai pengawas terhadap proses penjualan produk-produk perusahaan.

Hal Menarik Mengenai Strategi Promosi

Dalam upaya meningkatkan strategi promos kreatif, dibutuhkan sebuah ide-ide yang blilian yang pada akhirnya bertujuan untuk  meningkatkan mutu berkelanjutan sebuah perusahaan atau institusi. Hal ini dikarenakan tuntutan masyarakat terhadap mutu produk dan layanan yang menjadikan sebuah perusahaan atau institusi harus siap bersaing. Selain itu juga pada era modern ini tentunya strategi promosi sudah sangat berkembang sehingga saat ini dalam strategi promosi dikenal sebuah strategi yang dinamakan creative promotion.

Tentunya sudah tidak asing bagi setiap calon konsumen jika melihat iklan-iklan di layar kaca kini sudah berbeda dari jenis iklan yang sebelum-sebelumnya. Kini, iklan TVC sudah melakukan berbagai pendekatan diantaranya pendekatan kreatif yang membuat calon konsumennya menyukai iklan yang ditayangkan di layar kaca tersebut, walaupun tidak serta merta langsung membelinya, namun dengan terngiangnya iklan tersebut di dalam ingatan para calon konsumen maka, bukan tidak mungkin suatu saat mereka akan penasaran terhadap suatu produk tersebut untuk kemudian membelinya di suatu waktu.

Selain dengan eksekusi iklan, strategi promosi kreatif juga dapat dilakukan dengan cara direct marketing atau promosi secara langsung. Contoh yang sudah tidak asing adalah ketika para calon konsumennya didekati dengan metode pendekatan seakan produsen sudah begitu mengenal calon konsumennya.

Cara eksekusi yang biasa dilakukan adalah misanya: dari pihak produsen mengucapkan selamat ulang tahun atau selamat hari raya kepada para calon konsumennya ketika calon konsumen merayakan hari-hari besar tersebut. Pendekatan seperti ini kadang mampu membuat para calon konsumen merasa diperhatikan oleh produsennya dan hal ini akan mampu memberikan kedekatan di antara kedua belah pihak apalagi eksekusinya dengan cara-cara yang kreatif. Contoh eksekusi pendekatan ini yang kreatif adalah mengirimkan sebuah kartu ucapan dengan berbagai bentuk benda-benda hiasan unik yang mungkin tidak hanya seperti kartu ucapan biasa tetapi juga dapat dijadikan sebagi benda-benda hiasan atau sejenisnya.

Contoh Lain dengan Marchandise Marketing

Hampir setiap hari rumah kita tentunya disuguhi iklan-iklan dengan selembaran berupa promo-promo seputar produk tetapi apakah kita akan membaca dan memperhatikannya jika selembaran tersebut bersifat monoyon dan biasanya saja tanpa ada hal yang menerik? Tentunya kita akan menjadi malas untuk membacanya bahkan untuk menerimanya saja kita tidak akan mau.

Nah, dengan strategi direct marketing dengan pendekatan merchandise marketing ini, maka kita sebagia calon konsumen akan menjadi lebih tertarik terhadap pesan yang coba disampaikan oleh produsen baik berupa surat maupun selembaran.

Beberapa contoh teranyar adalah yang saat ini banyak diterapkan oleh bank-bank di Indonesia yang sudah memiliki reputasi besar. Biasanya dalam penyertaan surat atau selembaran promonya, mereka menyelipkan sebuah merchandise di dalamnya, entah itu sebuah paying, mug, stiker, gantungan kunci ataupun benda-benda menarik lainnya yang tentunya disertai logo perusahaan bersangkutan dalam merchandise tersebut, yap namanya juga merchandise, tentunya tetap menampilkan brand dan jati diri dari perusahaan yang bersangkutan.

Penutup

Pada intinya promosi merupakan salah satu aspek terpenting dalam hal pemasaran. Kemudian sebuah strategi promosi juga selalu mampu menjadikan kegiatan pemasaran menjadi tidak monoton membosankan, dan tentunya hal ini didukung dengan sebuah ide-idekreatif yang blilian yang pada akhirnya bertujuan untuk  meningkatkan mutu berkelanjutan sebuah perusahaan atau institusi.

 

Referensi:

Kotler, Philip, Marketing Management (11 ed.), (New Jersey: Pearson Education, 2003)

Griffin, Ricky W dan Ronald J Ebert. 2007. Bisnis. Ed. Ke-8. Jakarta : Penerbit Erlangga. Halaman 48

http://pemasarankreatif.blogspot.com/2010/09/pemasaran-kreatif-26-merchandise.html



[1] Griffin, Ricky W dan Ronald J Ebert. 2007. Bisnis. Ed. Ke-8. Jakarta : Penerbit Erlangga. Halaman 48

24 5 / 2011

Usaha rumah makan di zaman modern ini kian meningkat tajam. Persaingan pun semakin sengit. Makanan modern yang cepat saji kian banyak diminati masyarakat. Tetapi ditengah maraknya makanan cepat saji tersebut, makanan daerah berusaha bertahan sehingga juga mampu menarik perhatian masyarakat luas. Berbicara tentang bertahannya makanan daerah tersebut, maka kita akan mencoba menganalisis hal apa sajakah yang membuat bertahannya makanan daerah tersebut berdasarkan salah satu dari  prinsip pemasaran yaitu produk, dimana nantinya kita melihat produk apa yang ditawarkan oleh pengusaha makanan daerah itu yang mampu menarik minat masyarakat. Dan Mie Aceh Sigli adalah salah satu usaha makanan daerah yang mampu bersaing dan bertahan ditengah makanan modern.

Sebelum kita berbicara lebih jauh mengenai produk makanan yang ditawarkan Mie Aceh Sigli, kita akan melihat dulu definisi  dari produk itu sendiri, produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan, atau menurut Philip Kotler, produk ialah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada seseorang untuk memuaskan kebutuhan atu keinginan. Segala sesuatu yang termasuk ke dalamnya adalah barang berwujud, jasa, events, tempat, organisasi, ide atau pun kombinasi antara hal-hal yang baru saja disebutkan.

Produk juga digolongkan berdasarkan tujuan konsumen membeli barang secara umum. Produk yang dibeli oleh konsumen untuk kepentingan sendiri disebut consumer product. Produk yang dibeli oleh konsumen untuk kepentingan organisasi atau bisnisnya disebut business atau industria product. Produk bisnis bisa dikatakan sebagai produk yang dibeli untuk dijual lagi.

Consumer product dibedakan menjadi empat yaitu : convinience product,shopping product, dan specialty product. Convinience product adalah produk yang sering dibeli langsung, harganya rendah, biasanya kegiatan promosi dilakukan melalui mass advertising. Shopping product adalah produk sekunder yang harganya lebih mahal daripada convenience product. Produk jenis ini digunakan untuk memenuhi kkebutuhan sekunder manusia. Dalam proses pembeliannya, orang memerlukan waktu untuk membandingkan baik dengan cara survey maupun tes.

Setelah meihat penjelasan diatas, saya akan mencoba menganalisis sebuah usaha makanan daerah yang belum lama ini mencoba bersaing dengan usaha makanan modern, yaitu mie Aceh Sigli. Mie Aceh Sigli adalah sebuah rumah makan yang menjual makanan khas Aceh yang berada di jalan Margonda Raya Depok. Rumah makan yang belum lama berdiri ini, yaitu sekitar delapan atau sembilan bulan yang lalu, mempunyai slogan “Coba Sekali„, Pasti Balik Lagi”. Pemilik usaha ini adalah Bang Fahmi yang merupakan pria asli asal Aceh. Ia mencoba mengadu nasib di Jakarta dan memberanikan diri untuk membuat sebuah usaha di kota Depok ini.

Mie Aceh sigli menjual dan membuat beberapa makanan dan minuman khas Aceh. Ada mie Aceh, kari kambing, roti cane, timpan, martabak telur dan pastinya kopi khas Aceh. Untuk segmentasi pemasarannya, Mie Aceh sigli menjual makanannya kepada orang-orang yang menyukai makanan yang kaya akan rempah-rempah dan menyukai kopi khas Aceh. Dan ternyata, di kawasan Margonda Raya ini, peminat mie Aceh Sigli ini termasuk banyak.Jika dilihat dari segi tujuan konsumennya, mie Aceh sigli ini merupakan consumer product, dimana biasanya pelanggan dari produk mie Aceh ini membeli untuk kepentingan pribadinya. Dan karena ia adalah barang yang dibeli langsung dengan harga rendah, maka mie Aceh sigli ini termasuk kedalam convinience product.

       Untuk menjaga cita rasa mie Aceh yang sebenarnya, Bang Fahmi pemilik mie Aceh ini menggunakan bumbu yang langsung didatangkan dari Aceh, yaitu mie kuning besar, kaldu sapi, daging, cabe, kecap, bawang merah dan bwang putih dan bumbu lainnya yang telah digiling dari Aceh. Sehingga tidak ada perbedaan antara mie Aceh yang dijual di depok ini dengan mie Aceh yang ada di Aceh. Satu jenis kuliner yang menggoda dari Aceh ini, dapat dicicipi dengan dua cara, yakni digoreng atau direbus alias menggunakan kuah. Untuk rasa bisa memilih sendiri, apakah ingin pedas atau tidak. Sebagai variasi bisa menggunakan kepiting, telur, atau daging. Variasi inilah yang nantinya menentukan nama mienya, seperti mie rebus, mie kepting atau lainnya. Selain tak perlu jauh-jauh datang ke Aceh, untuk merasakan keunikan kuliner Aceh, Anda tak perlu membayar mahal.  Karena perporsinya mie aceh biasa menjual Rp.10.000,00.

       Untuk membuat pelanggan merasa seolah berada di Aceh, Bang Fahmi juga menggunakan kursi pendek dengan meja yang juga sama tingginya dengan kursi tersebut (Di Aceh, baik itu di rumah makan mie Aceh atau warung kopi, selalu menyediakan meja dan kursi tersebut, dan banyak pelanggan yang menghabiskan waktu berjam-jam dengan mengobrol dan ditemani secangkir kopi khas Aceh).

(menu dan daftar harga di Mie Aceh Sigli, Depok)

 

 

 

Walaupun rumah makan ini berorientasi kepada makanan daerah, tetapi pemiliknya mencoba memasukkan hal-hal modern agar semakin menarik peminat pembeli, yaitu menyediakan Wifi secara gratis kepada pelanggannya. Jadi, pelanggan selain bisa duduk ngobrol berjam-jam, tetapi juga bisa menggunakan fasilitas internet secara gratis selama yang ia mau. Untuk menambah minat para pembeli, mie Aceh Sigli ini juga memberikan makan gratis kepada pembelinya. Jadi, apabila pelanggan tidak mendapat struk pembayaran dari kasir, maka pembeli dinyatakan makan gratis dan tidak perlu membayar.

Jadi, walaupun di era globalisasi ini makanan modern telah banyak memasuki ranah pasar Indonesia, bukan berarti makanan daerah tidak mampu bersaing dengannya. Mie Aceh sebagai salah satu makanan daerah hingga kini telah digemari hingga ke tanah Papua. Mie Aceh Sigli adalah satu dari sekian banyak contoh usaha makanan daerah di Indonesia yang mampu bersaing dengan makanan modern. Masih ada makanan Padang yang sangat banyak digemari masyarakat, sate, gudeg, dan lain sebagainya yang masih banyak diminati oleh masayarakat. Hanya saja, dibutuhkan penerapan prinsip marketing yang baik agar usaha yang dijalankan dapat membuahkan hasil yang baik dalam artian menguntungkan.

 

Referensi

Kotler, Philip, Manajemen pemasaran (ed. 6), (Erlangga, Jakarta 1998)

http://id.shvoong.com/business-management/marketing/1911804-definisi-produk/,

diakses 20:00 WIB, Minggu 22/05/2011

24 5 / 2011

Fenomena persaingan produk sejenis saat ini sangat marak di dunia marketing. Semua perusahaan bekerja keras untuk menjadi yang paling unggul dan paling diminati di pasaran. Untuk menarik hati konsumen, maka penetapan harga yang sesuai dengan minat para konsumen menjadi perhatian serius bagi perusahaan. Jika tersedia harga mahal dan harga murah, manakah yang cenderung Anda pilih? Terlepas dari berbagai faktor lain, pada umumnya masyarakat lebih memilih harga murah.

Maka, salah satu jenis persaingan yang menjadi sorotan akhir-akhir ini adalah persaingan tarif Blackberry di antara operator seluler. Konsumsi Blackberry yang sangat meningkat berusaha didayagunakan oleh operator seluler untuk menetapkan tarif yang tepat untuk layanan BB. Mereka berusaha menawarkan tarif murah untuk menjaring konsumen sebanyak mungkin. Keadaan ini kemudian memunculkan persaingan ketat di antara operator seluler. Tulisan ini berusaha menganalisis bagaimana ‘pengaruh strategi leader pricing terhadap potensi munculnya price war, studi kasus pada tarif layanan Blackberry oleh dua operator seluler yaitu Telkomsel dan Indosat.

Definisi pemasaran menurut Philip Kotler memperlihatkan bahwa tujuan akhir pemasaran ialah kepuasan konsumen. Definisi itu berbunyi 1:

 

Pemasaran adalah kegiatan manusia yang bertujuan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia melalui proses pertukaran.

 

Price atau harga adalah salah satu unsur dalam strategi pemasaran yang bersinergi dengan unsur lain berupa product, promotion, dan place. Berlandaskan pengertian tentang pemasaran menurut Kotler, maka menjadi tugas bagi para pemasar untuk menetapkan harga yang bisa memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Menyentuh psikologis konsumen adalah salah satu cara yang sangat efektif karena mampu menimbulkan reaksi yang cenderung mendukung pembelian.

Strategi penetapan harga dibagi ke dalam beberapa strategi yang memiliki fokus dan tujuan. Dalam implementasi penetapan harga, ada banyak strategi yang bisa dipilih oleh pemasar untuk mempengaruhi psikologis konsumen. Ada prestige pricing, odd pricing, multiple-unit pricing, price linning, dan leader pricing. Strategi yang akan dibahas secara

____________

1 Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Prehallindo, 2000, hlm. 4

lebih mendalam dalam tulisan ini ialah leader pricing dimana pemasar menetapkan harga lebih rendah daripada harga pasar atau harga normal untuk meningkatkan omset penjualan dan tentunya menjaring banyak pembeli.2

            Strategi leader pricing merupakan bentuk strategi penetapan harga rendah. Harga rendah seringkali ditetapkan sebagai strategi karena pemasar melihat kecenderungan konsumen yang umumnya lebih memilih produk dengan harga murah. Strategi ini kemudian menjadi amat efektif untuk menarik pembeli. Maka, yang kemudian cenderung timbul ialah persaingan harga rendah di pasaran dan dapat memicu terjadiya price war. Price war (perang harga) merupakan keadaan persaingan kompetitif yang intens di antara perusahaan yang disertai dengan rangkaian tindakan penurunan harga. 3

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa leader pricing menjadi salah satu dari strategi penetapan harga rendah di mana cara yang diterapkan ialah pricing below the market. Mengapa dinamakan ‘leaderpricing?  Strategi ini disebut demikian karena dilakukan oleh market leader.4Dalam penetapan harga ini ditentukan keadaaan di mana profit margin-nya lebih rendah daripada tingkat yang biasanya diraih. Ini digunakan untuk menarik jumlah konsumen lebih banyak. Kebijakan seperti itu cenderung hanya dilakukan oleh market leader yang berani menetapkan profit margin lebih rendah dan harapannya keuntungan atau profit akan terbayar oleh volume penjualan yang tinggi.

Dalam pasar operator seluler, kita mengenal nama besar, yaitu Telkomsel dan Indosat. Di kalangan operator seluler, Telkomsel merupakan cellular provider dengan jumlah pelanggan paling banyak di antara operator seluler lain di Indonesia, yaitu 93 juta pelanggan dan memiliki market share mencapai 50 %. Telkomsel juga selalu memperoleh peningkatan laba yang signifikan. Keunggulannya inilah yang mengantarkan Telkomsel menjadi market leader di pasaran operator seluler di Indonesia.

Berhubungan dengan layanan Blackberry, tentunya Telkomsel juga berusaha melakukan penawaran yang sesuai dengan minat masyarakat. Telkomsel sebagai market leader kemudian menerapkan strategi leader pricing. Hal ini dilakukan Telkomsel untuk mempertahankan pasar yang telah dikuasainya. Pricing below the market yang dilakukan Telkomsel yakni dengan menjadi operator pertama di kawasan Asia Pasifik yang meluncurkan inovasi layanan BlackBerry Lifestyle untuk chatting dan social networking  dan

____________

2 Kismono, Gugup. Pengantar Bisnis Edisi I. Yogyakarta: BPFE, 2001, hlm 355

3 http://en.wikipedia.org/wiki/Price_war, diakses 20 Mei 2011

4 Ma’ruf, Hedri. Pemasaran Ritel. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005, hlm 174

layanan BlackBerry Business untuk push mail dan chatting, di mana seluruh pelanggan Telkomsel dapat menikmati layanan tersebut dengan tarif yang lebih murah dari tarif yang ditawarkan operator seluler lainnya. Selain itu, sebelum inovasi dari Telkomsel muncul, pengguna Blackberry untuk semua operator seluler harus berlangganan paket layanan Blackberry full service bulanan yang harganya cenderung tinggi, namun kemudian Telkomsel menawarkan tarif harian dan tarif mingguan yang lebih terjangkau.

Melihat peluang besar dari jumlah pengguna Blackberry yang sangat meningkat, maka Telkomsel juga berani memangkas harga paket layanan Blackberry full service dari tarif awal Rp 180.000,00 menjadi hanya Rp 99.000,00 atau hampir setengah dari harga sebelumnya. Telkomsel berharap profit margin yang lebih rendah ini dapat dikompensasikan oleh volume penjualan yang lebih besar dari sebelumnya.

Skema tarif paket hemat BlackBerry Telkomsel 5

Paket Hemat BlackBerry Internet Service Telkomsel

Tarif Paket Harian

Tarif Paket Mingguan

Tarif Paket

Bulanan

BlackBerry Lifestyle (Chat & Social networking)

Rp. 2000

Rp 15.000

Rp 60.000

BlackBerry Business (Chat & Mail)

Rp. 3000

Rp 20.000

Rp 80.000

BlackBerry Unlimited (Full Service)

Rp. 5000

Rp 35.000

Rp 99.000

 

Leader pricing yang dilakukan oleh Telkomsel tentunya tidak hanya menimbulkan dampak pada Telkomsel itu sendiri, tetapi keadaan ini juga mendatangkan reaksi dari perusahaan operator seluler lainnya sebagai pesaing di pasaran. Indosat sebagai operator yang posisinya masih berada di bawah Telkomsel terpengaruh oleh adanya leader pricing tersebut. Perannya sebagai pesaing mengharuskan Indosat untuk bisa tetap menguasai pasaran mereka. Pesaing memiliki kecenderungan untuk mengikuti langkah pemain utama sehingga mereka memiliki kesempatan untuk membalap posisi pemain di depan mereka.  Penetapan harga rendah yang dilakukan oleh Telkomsel mempengaruhi Indosat untuk melakukan hal yang sama. Maka, Indosat juga menetapkan harga bersaing dalam tarif layanan Blackberry yang mereka tawarkan. Hal inilah yang dinamakan follow the leader pricing. Karena yang memimpin adalah harga rendah, maka harga bersaing

_____________

http://www.telkomsel.com/product/blackberry/551-BlackBerry-Internet-Service.html, diakses 20 Mei 2011

yang mengikuti juga merupakan harga yang rendah pula. Akibatnya yang terjadi dalam pasar ialah persaingan harga rendah.

Fakta di lapangan menunjukkan persaingan harga rendah tersebut benar-benar terjadi. Indosat  pun akhirnya mengikuti jejak Telkomsel untuk menyediakan layanan alternatif lain selain paket full service. Indosat menyediakan layanan paket Gaul untuk chatting dan social networking, paket  Mail and Chatting,  dan paket Irit. Paket Irit adalah salah satu inovasi baru dari Indosat untuk menyaingi Telkomsel. Dalam Paket Irit ini, pelanggan bisa menggunakan layanan full service dengan harga yang lebih murahuntuk mail, chatting, social networking, dan juga untuk browsing. Namun, dalam paket ini tidak didukung oleh fitur Wifi.

 

Skema tarif paket BlackBerry Indosat 6

Paket Blackberry Internet Service Indosat

Tarif Harian

Tarif Mingguan

Tarif Bulanan

Paket Gaul

Rp 2.000

Rp 15.000

Rp 45.000

Paket Mail and Chatting

Rp 2.000

Rp 15.000

Rp 45.000

Paket Irit

Rp 4.500

Rp 26.000

Rp 100.000

Paket Full service

Rp 5.000

Rp 30.000

Rp 120.000

           

Dibandingkan dengan skema tarif paket hemat BlackBerry Telkomsel, Indosat menawarkan harga yang jauh lebih murah pada paket untuk social networking, mail, dan chatting. Tarif Paket Gaul Indosat yang sejenis dengan Paket Lifestyle pada Telkomsel ditawarkan dengan harga lebih murah untuk tarif bulanannya yaitu Rp 45.000,00 sedangkan pada Telkomsel Rp 60.000,00. Selain itu, Indosat juga menghadirkan tarif yang sama, baik untuk Paket Gaul maupun Paket Mail and Chatting. Hal ini berbeda dengan Telkomsel yang menetapkan tarif  Paket Business lebih tinggi dari tarif Paket Lifestyle. Jadi, Indosat berusaha menawarkan harga lebih murah dari Telkomsel melalui Paket Gaul dan Paket Mail and Chatting. Sedangkan untuk paket full service, Indosat hanya berani menurunkan tarif bulanan dari Rp 160.000,00 menjadi Rp 120.000,00 tetapi Indosat berusaha menciptakan Paket Irit sebagai paket sejenis full service yang lebih murah dan menyaingi tarif paket full service Telkomsel.

Dari penetapan harga bersaing antara Telkomsel dan Indosat tersebut, keduanya berusaha menurunkan tarif sebagai strategi yang diambil. Telkomsel sebagai market leader operator seluler melakukan gebrakan dengan memangkas tarif layanan Blackberry dengan

____________

6 http://www.indosat.com/Matrix_BlackBerry/BlackBerry_Internet_Service, diakses 20 Mei 2011

menciptakan paket-paket hemat. Strategi leader pricing di mana Telkomsel menetapkan harga di bawah harga normal inilah yang menyebabkan Indosat sebagai pesaing mengikuti langkahnya. Strategi Indosat ini dinamakan follow the leader pricing. Indosat mengeluarkan cara yang serupa untuk menarik minat pelanggan, yaitu dengan menawarkan paket-paket hemat dengan harga terjangkau. Harga yang ditentukan oleh Indosat seperti yang bisa kita lihat pada skema menunjukkan persaingan harga yang begitu ketat dengan Telkomsel. Maka, yang terjadi saat ini dalam marketing tarif layanan Blackberry ialah hyper-competition. Hyper-competition merupakan indikator ketika persaingan harga di pasar ialah persaingan harga rendah sehingga berpotensi terjadi price war di mana antar perusahaan operator seluler akan saling menjatuhkan harga dengan memangkas margin keuntungan yang diperoleh. Namun untungnya pengaruh leader pricing oleh Telkomsel terhadap Indosat belum menyebabkan fenomena price war yang sesungguhnya terjadi yakni adanya kerugian bagi semua pemain dalam industri tersebut. Ada faktor yang bisa mencegah hal itu terjadi, yakni baik Telkomsel maupun Indosat juga berusaha menciptakan nilai tambah value added dan membangun product differentiation”.

Kesimpulannya, strategi leader pricing di mana market leader menentukan harga yang lebih rendah dari harga normal dapat merangsang pemain lain melakukan strategi follow the leader pricing yang memunculkan harga rendah pula di pasaran. Maka yang selanjutnya terjadi ialah persaingan harga rendah yang begitu ketat di antara pemain produk sejenis yang berpotensi menimbulkan price war. Hal ini dapat menjadi price war ketika para perusahaan yang menjatuhkan harga tidak mampu untuk mengontrol pemotongan profit margin sehingga persaingan yang muncul tidak lagi sehat. Namun, dalam kasus Telkomsel dengan Indosat, yang timbul sebatas pada potensi price war, yakni Hyper-competition, di mana kedua operator seluler ini saling menciptakan paket hemat layanan Blackberry dengan harga yang rendah dan menurunkan tarif layanan Blackberry dari harga sebelumnya. Persaingan ketat yang terjadi belum sampai menyebabkan kerugian bagi dua perusahaan ini. Penurunan harga yang mereka lakukan masih terbayarkan oleh volume penjualan yang meningkat sehingga profit tetap terjadi. Tentunya, performa Telkomsel dan Indosat sebagai operator seluler terkemuka telah memberikan pengalaman bagi mereka untuk melakukan permainan harga di level yang aman.